Kamis, 09 Maret 2017

Fungi (jamur): Biologi SMA Yadika Jambi



Mengidentifikasi Ciri dan Peran Anggota Fungi

A.   Fungi

Fungi adalah organisme eukariotik yang tidak memiliki pigmen fotosintesis, hidup secara saprofit, dan parasit pada organisme lain.

1.   Ciri dan Sifat Fungi

·         Uniseluler dan multiseluler.
·        Tumbuhan jamur merupakan generasai haploid (n).
·        Terdiri dari hifa dan miselium.
-         Hifa: bagian vegetatif jamur yang berbentuk benang. Hifa memiliki sel memanjang dengan sejumlah nukleus yang di pisahkan menjadi beberapa bagian oleh septa/septum.
-         Miselium: cabang-cabang hifa yang terlihat seperti anyaman.
·        Tidak berklorofil atau organisme heterotrof: Parasit (jamur menyerap makanan dari organisme hidup lainnya) atau saprofit (cara menguraikan organisme mati untuk diserap bahan organiknya).
·        Reproduksi
-         Reproduksi aseksual pada jamur uniseluler dilakukan dengan cara pembentukan tunas dan fragmentasi. Reproduksi aseksual pada jamur multiseluler dengan pembentukan sporangiospora atau konidiospora.
-         Reprduksi seksual dilakukan oleh spora seksual haploid (n) berupa zigospora, askospora atau basidiospora. Spora seksual di hasilkan melalui singami (penyatuan sel atau hifa yang berbeda jenisnya).

2.    Klasfikasi Fungi

Fungi di bagi menjadi 3 divisi, yaitu Zygomycotina, ascoycotina, basidiomycotina, deutromcotina.

a.   Zygomycota
(1)  Hifa tidak bersekat.
(2)  Reprodksi seksual dengan cara konjugasi.
(3)  Reproduksi aseksual dengan membentuk zigospora.
(4)  Contoh:
·        Rhizopus stolonifer (pembuatan Tempe)
·        Rhizopus oryzae (pembuatan sake)
·        Mucor mucedo (saprofit tanah)

 b.    Ascomycota
(1)  Hifa nya bersekat.
(2)  Reproduksi aseksual dengan membentuk tunas dan konidiospora.
(3)  Reproduksi seksual dengan membentuk askospora.
(4)  Contoh:
·        S.cerevisiae (pembuatan alkohol)
·        Neurospora sitophila (pembuatan oncom)
·        Penicilium chrysogenum (Antibiotik penisilin)

c.      Basidiomycota
(1)  Hifanya bersekat.
(2)  Berukuran makroskopis.
(3)  Memiliki tubuh buah.
(4)  Reproduksi aseksual engan membentuk konidia.
(5)  Reproduksi seksual melalui konjugasi.
(6)  Contoh:
·        Volvariella volvaciae (jamur merang)
·        Auricularia aurita (jamur kuping)

d.    Deutromcota
(1)  Hifanya bersekat.
(2)  Dikenal dengan jamur imperfecti karena belum di ketahui cara berkembang biak secara generatifnya.
(3)  Contoh:
·        Cladosporium
·        Trichophyton

Tidak ada komentar:

Posting Komentar